
Pertama sekali marilah kita bersyukur kepada Allah atas serba nikmat yang telah diberikannya kepada kita, juga kepada orang-orang yang kita cintai.
Sungguh banyak kenikmatan yang telah Allah hadirkan kepada kita, meliputi kenikmatan mendengar, kenikmatan melihat, dan kenikmatan merasakan. Itu sebabnya Allah sangat benci kepada hamba-hambaNya yang tidak bersyukur, yaitu hamba-hambaNya yang tuli, buta, dan bisu. Tuli dari informasi yang benar, buta dari tanda-tanda kebenaran, dan bisu dari sebuah keberanian bertindak dan berkata yang benar.
Kemudian sholawat dan salam mari kita curahkan sepenuh hati, sepenuh cinta kepada junjungan kita, pemimpin terbesar yang pernah ada di dunia, anak yatim yang pemberani, yang telah memenangkan perjuangan Islam, hamba Allah dan Rosululullah yaitu nabi Muhammad saw. Sholawat dan salam juga semoga tetap tercurahkan kepada para sahabatnya, tabi’in, dan siapa pun yang beriman hingga akhir jaman.
Para hadirin jama’ah sholat jum’at yang berbahagia
Sebelumnya izinkan kami menyampaikan wasiat Taqwa, untuk para hadirin dan saya sebagai khotib yaitu :
Mari tingkatkan Taqwa kita dengan sebenar-benar Taqwa, melaksanakan segala perintahNya dan sunnah RosulNya, dan menjauhi segala laranganNya, dan apapun yang di larang oleh Rosulullah saw.
Para hadirin jamaah Jumat yang dimulyakan Allah SWT. Karena hari ini masih terasa nuansa Hari Raya Kurban, maka judul Khutbah hari ini adalah “Cinta dan Pengorbanan”.
Cinta dan Pengorbanan sudah didesain satu paket. Tidak ada cinta tanpa pengorbanan, dan tiada pengorbanan tanpa rasa cinta. Karena perasaan rela berkorbanlah maka perasaan cinta menjadi sangat berharga. Dusta pada lisan jika seseorang mengakui cintanya tapi ia enggan berkorban untuk orang yang dicintainya.
Cinta bukanlah nafsu ingin memiliki, cinta bukanlah kegelisahan, cinta bukanlah meminta, cinta bukanlah kesusahan, tapi Cinta adalah pengorbanan, cinta adalah memberi, cinta adalah sedekah dan Cinta adalah ketenangan. Ya Cinta bukan sekedar kata, tapi cinta adalah bukti aksi nyata.
Itu sebabnya ketika seseorang mengatakan “Saya Cinta Padamu”. Maka maknanya adalah saya rela berkorban untukmu
Jadi, kalau kita mengaku Cinta kepada Allah dan RosulNya maka berarti kita siap dan Rela berkorban untuk Allah dan RosulNya. Rela mengorbankan waktu kita, rela mengorbankan hasrat-hasrat kita, rela mengorbankan keingingan-keinginan kita hanya untuk Allah SWT dan RosulNya. Itu sebabnya Allah sangat benci kepada hamba-hambaNya masih lebih mencintai selain Allah SWT.
Firman Allah SWT
18. dan kamu tidak saling mengajak memberi Makan orang miskin,
19. dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),
20. dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
(Q.S. 89 (Alfajr) : 18-20)
Firman Allah lainnya
165. dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (Q.S. @ : 165)
Firman Allah lainnya
24. Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Bahkan Rosulullah saw pun bersabda tentang Cinta
1) Barangsiapa ingin dicintai Allah dan rasulNya hendaklah dia berbicara benar (jujur), menepati amanat dan tidak mengganggu tetangganya. (HR. Al-Baihaqi)
2) Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia. (HR. Ad-Dailami)
3) Paling kuat tali hubungan keimanan ialah Cinta karena Allah dan benci karena Allah. (HR. Ath-Thabrani)
4) Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
5) Cinta berkelanjutan (diwariskan) dan benci berkelanjutan (diwariskan). (HR. Bukhari)
6) Cinta yang berlebihan terhadap harta dan kedudukan dapat mengikis agama seseorang. (HR. Aththusi)
7) Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: Seorang hamba (dalam hadis Abdul Warits, seorang laki-laki) tidak beriman sebelum aku lebih dicintainya dari keluarganya, hartanya dan semua orang. (Shahih Muslim No.62)
8) Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (Shahih Muslim No.64)
Para hadirin jamaah jumat rohimakumullah
Cinta kekuatan tentunya akan dikalahkan oleh kekutan cinta. Kemana arah dari cinta kita kesanalah arah dari pengorbanan kita. Hati-hatilah dengan apa yang kita cintai. Hati-hatilah dengan siapa yang kita cintai. Bukanlah Islam melarang untuk mencintai dunia, tapi Islam melarang mencintai dunia secara berlebihan, mencintai wanita secara berlebihan, dan mencintai harta secara berlebihan.
Cintailah dunia setelah kita sukses mencintai Allah dan RosulNya. Jangan sampai cinta kita melampaui cinta kita kepada Allah dan RosulNya.
Ya, Cinta kita dan Apa/Siapa yang kita Cintai mencerminkan kualitas hidup Kita. Dan Cinta itu memberi bukan sekedar meminta, cinta itu berkorban bukan sekedar mendapatkan pelayanan, cinta itu keikhlasan, bukan kegelisahan, serta Cinta itu Bukti Nyata bukan sekedar olah kata.
Terakhir, sebagai pesan khusus kepada para pemuda yang sedang terserang virus merah jambu, yaitu yakinlah
- Jatuh Cinta itu kepada dunia, tapi Bangkit Cinta itu karena Allah semata
- Jatuh Cinta itu menderita, tapi Bangkit Cinta itu keikhlasan jiwa
- Jatuh Cinta itu gelisah, Bangkit Cinta itu berpasrah
- Jatuh Cinta itu menghadirkan ketegangan, sedangkan Bangkit Cinta menghadirkan ketenangan
- Jatuh Cinta itu Biasa, tapi Bangkit Cinta itu Luar biasa. Insya Allah.
Insya Allah disampaikan di Masjid Al-Furqon, Pasir Mulya , Bogor Barat, oleh Zen El-Fuad